Archive for Desember 2012
Makna Jihad yang Disalahgunakan
Derap kaki sang tentara terdengar membahana di seluruh bumi Palestina.
Seruan-seruan takbir mengiringi derapan kaki sang tentara. Bunyi ledakan,
tangisan, sudah menjadi ‘musik’ sehari-hari. Peluru yang bertebaran mencari
mangsa seakan tidak pernah lelah. Roket-roket saling diluncurkan. Dan
seruan-seruan jihad pun saling berkumandang.
Paragraf diatas seakan mengingatkan kita akan negeri Palestina yang sedang
mencari kemerdekaannya. Mengingatkan kita akan perjuangan lama bangsa kita
melawan penjajah, Belanda dan Jepang.
Di akhir paragraf pertama saya membubuhkan kata-kata “ dan seruan-seruan
jihad pun saling berkumandang.” Sebenarnya, seruan jihad itu seperti apa sih???
Disini sedikit saya akan membahas tentang garis besar jihad. Kebanyakan
orang menganggap bahwa alasan yang paling mendasar bagi para teroris untuk
melakukan tindakan tersebut adalah jihad. Apakah alasan mereka benar? Oke kita
ulas alasan mereka
Beberapa pendapat teman saya tentang Jihad itu
“Jihad itu, berusaha di
jalan Allah” Mayoritas pendapat teman saya
Ada juga yang lebih nyeleneh
“Jihad, itu melakukan
sesuatu yang membuat hati kita ‘jleb’.” Itu sih jahat bukan jihad.
Di surat An-Nisa telah dijelaskan yang artinya
4:76. Orang-orang yang beriman berperang di jalan
Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu
perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu
adalah lemah.
Baiklah, sudah dapat diambil kesimpulan bahwa
Jihad itu bermakna memerangi setan dan kawan-kawannya. Bukan hanya memerangi
manusia yang membenci kita. Namun Jihad itu bisa kita mulai dari diri sendiri.
Berusaha melawan hawa nafsu yang cikal bakalnya adalah senjata setan yang ada
di dalam manusia.
1.
Di Zaman Nabi, Nabi hidup rukun dengan orang kafir
selama orang kafir itu tidak berbuat macam-macam, terorisme : mereka mengebom
hanya beralasan mereka kafir.
2.
Apakah mereka mengebom hanya karena alasan mereka
itu adalah berjuang di jalan Allah...??
Indonesia itu nggak Produktif 2 (Indonesia banget)
Kembali lagi pada kekayaan Indonesia. Indonesia kata dunia adalah negara
yang agraris. Hijau, dan banyak sawah di sana-sini. Tapi itu dulu, sekarang
Indonesia nggak pantas di cap sebagai negara agraris lagi. Gimana agraris kalo
beras aja masih ngimpor dari negara lain. Padahal negara Indonesia itu subur banget lho. Tongkat ditanam aja
jadi tanaman,, kalo negri arab coba, bukan tongkat yang ditanam namun tanaman
aja ditanam jadi tongkat. Bisa dibilang Indonesia itu bocorannya surga.
Dan kita akan kembali ke cerita pertama. Indonesia itu subur dan kaya. Tapi ya sama aja
kalo nggak ada orang yang ngurus. Itu juga sama kita meninggalkan uang di
tempat sampah, jadi pemulung yang ngedapetin uang itu. Nah keadaan indonesia
itu sama dengan cerita tadi. Kekayaan Indonesia itu ada di dalam tanah. Dan
tetap di dalam tanah kalau kita nggak mengambilnya. Akhirnya negara lain yang
mengambilnya.
Ada cerita aneh lagi tentang Indonesia. Kalo mau kaya, bukannya bekerja
tapi malah jaga lilin (ngepet maksudnya) apa kaitannya coba...??? kebanyakan
tahayul sih...
Yang lain malah gali kubur malem-malem. Mau ngambil tali pocong
(pesugihan). apa hubungannya coba, tali pocong sama kaya..?? yang ada kaya(k) orang gila..
Nggak usah banyak alasan, deh. Orang Indonesia itu terlalu males. Kalau mu kaya,
ya berusaha. Bekerja dengan sekuat tenaga dan banyak sedekah. Dijamin kalian
akan bisa mencukupi kebutuhan kalian.
Berdoa pada Tuhan, jangan berdoa pada dukun, pohon, apapun deh. Aku
bilangin lagi ya. Itu syirik.....
Di KTP nya ada label islam, tapi di hatinya...???



